Menebar Benih Padi (Nampek)

menebar benih padi nanmpek

Menebar benih padi kalau orang Jawa daerahku ngarani "Nampek". Nah, kalau benihnya sudah tumbuh padi muda, lalu akan di alih tempatkan alias ditandur dengan susunan renggang. Biasane wong neng sawah mlakune mundur seng diarani wong tandur.

Oke, sore tadi sekitar jam setengah tiga an tanggal 12 Juli 2017 aku menebar benih padi sama ayahanda tercinta, hohoho. Karena sudah selepas panen, jadi ya harus segera ditanduri lagi supaya ndang panen maneh, terus gabahnya dijual kemudian dapet duit, hohoho.

Selepas panen padi, bapak berniatan nandur padi lagi. Soalnya lahannya pinggir sungai dan menerima air yang cukup, meskipun musim kemarau. Sedangkan orang-orang saat ini sudah mulai ganti menanam jagung.

Menebar benih padi dimulai!


Hampir jam 2 an siang tadi aku mandi dan mau sholat dhuhur, pas masih di kamar mandi, bapak mbengok'i : "Nda ngko nampek yo?" Kemudian "Yo" Jawabku atas pertanyaan yang dilontarkan ayahanda tercinta. Kemudian nyiapin benih padi yang sudah dibuat bapak sekitar 20 kilo an, dan berangkat sekitar jam setengah tiga an numpak motor Beat, boncengan.

alat dan bahan menebar benih padi

Yang dibawa buat menebar benih padi kali ini adalah pacul, timba, caruk, benih padi, sebotol air putih godokan buat minum, niat yang terutama, dan HP kalau misalnya ada hal penting seperti misalnya buat foto-foto dan diunggah di blog Nanda Hero, hohoho. betewe, alat yang namanya caruk yang tiduran itu ya.

Lahan yang dibuat untuk menebar benih padi sudah harus di bajak dengan Traktor ya, dan mendapat air supaya tanah subur dan tidak keras. Traktor alat pembajak sawah ini di daerahku biasanya disebut dengan Balas.

buat pembatas lahan menebar benih padi

Kemudian pertama harus ngebuat lahan dengan pembatas ya, buat nanti ditebari benih padinya. Kalau istilah jawa ngarani "Nggalengi". Jadi harus digalengi terlebih dahulu supaya air yang masuk ke lahan nggak kebanyakan.

Nggak cuma digalengi ya, selain itu lahan yang akan menjadi tempat penebaran benih padi harus diratakan dan juga tanah yang keras, dilunakkan. Kalau meratakan lahan, menggunakan caruk serta bisa juga dengan bantuan menggunakan kaki maupun tangan.

Betewe aku disini nggak cuman foto-foto ya, foto-foto kalau senggang dan itu pun karena ada niatan buat ngebikin artikel tentang nampek ini, hohoho membela diri.

Nah di bawah ini buktinya pas ngendhot-ngendhot, wkwkwk.

nanda hero menebar benih padi

Yang lama dari proses menebar benih padi atau nampek ini adalah ngebuat lahannya. Kalau pas nebar benihnya sih cepet. Tadi ngebikin lahan sampai sudah siap ditebari sekitar satu jam setengah lebih. Itu pun tadi bagi pekerjaan aku yang menebar benih padi, sedangkan bapak masih meratakan tanah yang sebagian belum selesai.

Sampai tadi di akhir-akhir kesusu karena sudah sore dan menjelang waktu ashar mau habis. Hampir jam lima sore baru selesai dan pulang dari sawah.

akhir menebar benih padi 1

akhir menebar benih padi 2

Oh ya, untuk cara menanam padi setauku ada dua cara ya. Yang pertama adalah dengan nampek terlebih dahulu, kemudian ditandur ketika sudah berbentuk padi (bukan benih). Sedangkan cara yang kedua adalah langsung dibuat lahan satu sawah penuh, kemudian padi ditanam langsung ketika masih dalam bentuk benih. Seperti icir benih jagung gitu.

Nah semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan tentang bidang pertanian ya, meskipun aku juga nggak begitu menguasai tentang bagaimana bertani yang baik dan juga kurang menyegani, hohoho.


~ SELESAI ~

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Menebar Benih Padi (Nampek)"

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang bijak! Saya sangat senang bila komentar anda membangun, baik untuk saya sebagai Penulis maupun konten pada blog ini.

- Jangan komentar dengan link url hidup maupun mati
- Jangan SPAM
- Jangan jualan (promo)
- Jangan provokasi
- Sopan berkomentar
- Berkomentarlah menggunakan akun Google Plus

Terimakasih, semoga selalu bahagia dan senantiasa bersyukur

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel