Kisah Mark Zuckerberg, Mahasiswa "Drop Out" dari Harvard University

Ketika diri ini sedang terpuruk dalam kehidupan dan membutuhkan motivasi, saya iseng-iseng mencari video di YouTube tentang kisah hidup dari beberapa orang yang telah sukses, dan berharap saya segera termotivasi kembali. Karena saya berkecimpung di dunia IT, jadi saya berpikir untuk mencari kisah hidup yang tidak beda jauh dari apa yang sedang saya tekuni.

Saya menonton beberapa video pidato dari beberapa tokoh IT terkenal yang telah sukses, dan videonya pun sangat memotivasi. Beberapa tokoh tersebut yaitu, Bill Gates, Jack Ma, dan Mark Zuckerberg. Dari ketiga tokoh terkenal tersebut, saya paling antusias dengan video pidato dari pemimpin sekaligus pendiri media sosial Facebook, yaitu Mark Zuckerberg.

Mark Zuckerberg, CEO Facebook

Video yang saya tonton dan sekaligus saya download juga, adalah video Mark Zuckerberg yang mendapat kesempatan untuk berpidato di depan lulusan sarjana Harvard University ke 366 pada tanggal 25 Mei 2017 lalu. Pada acara kelulusan ini pula, Mark Zuckerberg mendapat gelar kehormatan sebagai Doktor Ilmu Hukum dari Harvard University, dan ikut merasakan moment wisuda setelah sebelumnya gagal mendapat gelar sarjana Ilmu Komputer dari kampus paling bergengsi ini.

Dalam pidatonya, Mark Zuckerberg mengatakan kepada para sarjana lulusan Harvard dengan kalimat "Kalian mencapai sesuatu yang tak pernah saya capai" (dalam bahasa Inggris). Ini menyinggung tentang kisah dirinya yang memilih untuk Drop Out dari kuliahnya sebagai mahasiswa ilmu komputer, dan memilih untuk sibuk menekuni proyek temuannya tersebut.

Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook dari kamar asrama yang kecil di Krikland House. Ia dalam pidatonya juga ingat pernah mengatakan kepada temannya kalau dirinya bersemangat menghubungkan komunitas Harvard, dan mengatakan kalau suatu hari seseorang akan menguhungkan seluruh dunia.

Tak pernah berfikir, orang tersebut adalah kami (Mark Zuckerberg dan Tim). Ia malah berfikir tentang banyaknya perusahaan besar dengan sumber daya, dan mengira salah satu dari mereka akan melakukan hal tersebut.

Mark Zuckerberg dalam pidatonya juga menceritakan kisah tersulitnya dalam memimpin Facebook. Ketika itu ada beberapa perusahaan besar yang ingin membeli Facebook, namun Mark Zuckerberg memilih untuk tidak menjualnya. Ia ingin mewujudkan hasil lebih untuk proyek temuannya ini. Penasihat terdekatnya pun mengatakan kalau sepanjang hidup dirinya akan menyesali keputusannya kalau tidak segera menjual. Dan masa kritis ini pun berlanjut sampai sekitar satu tahun, setiap orang dalam tim manajemennya pun pergi.

Dalam pidatonya, Mark Zuckerberg juga memberikan tiga cara agar kita bisa menciptakan dunia dimana semua orang punya kesadaran tujuan.

3 CARA AGAR KITA BISA MENCIPTAKAN DUNIA DIMANA SEMUA ORANG PUNYA KESADARAN TUJUAN :
1. Dengan melakukan proyek-proyek besar yang bermakna dan bersama-sama
2. Dengan mendefinisikan kembali kesetaraan sehingga semua orang punya kebebasan untuk mengejar tujuan mereka
3. Dengan membangun komunitas di seluruh dunia

Kemudian Mark Zuckerberg juga mengatakan, "Setiap orang tak ada yang berhasil ketika baru memulai, ide itu tidak benar-benar terbentuk, ide hanya akan menjadi jelas ketika kalian mengerjakannya. Kalian hanya harus segera memulai."

Di kisahnya, Mark Zuckerberg juga mengatakan kalau Facebook bukan hal pertama yang ia ciptakan, ia juga membuat sistem chat dan permainan lainnya. Ia juga menceritakan tentang kisah penulis novel Harry Potter yang mengalami penolakan sebanyak 12 kali sebelum berhasil menerbitkan novel Harry Potter, yaitu J.K. Rowling. Dan juga kisah Beyonce yang harus menulis ratusan lagu sebelum mendapat "Halo".

Dengan kegagalan-kegagalan dan masa-masa sulit serta kegigihan Mark Zuckerberg, kini ia telah sukses membangun jejaring sosial Facebook yang merupakan media sosial dengan pengguna paling banyak di dunia untuk saat ini. Mark Zuckerberg juga masuk dalam kategori 10 besar orang terkaya di dunia yang menduduki posisi nomor 5 versi Forbes. Posisi orang terkaya nomor 1 adalah Bill Gates (Pendiri Microsoft).

Mark Zuckerberg Bersama Orang Tuanya di Harvard University
(Sumber foto : Facebook Mark Zuckerberg)
Kesuksesan terbesar datang dari memiliki kebebasan untuk gagal - Mark Zuckerberg

Nah dari ulasan mengenai kisah dan pidato Mark Zuckerberg di atas, pasti ada kesimpulan positif yang dapat anda petik baik sebagai motivasi atau inovasi diri. Berikut kesimpulan dari saya!

1. Ide-ide menarik yang sudah kita pikirkan, jangan sampai sia-sia. Kita harus segera merealisasikan ide-ide tersebut dengan segera memulai menerapkannya

2. Setiap manusia yang sedang menerapkan ide-idenya dan berusaha untuk mencapai kesuksesannya, pasti akan mengalami yang namanya suatu kegagalan. Jadi kita jangan takut untuk gagal jika ingin mendapat kesuksesan

3. Kita tidak boleh menyerah meskipun sudah banyak kali mendapat kegagalan. Karena keberhasilan besar memang sulit untuk didapatkan. Seperti contoh kegagalan J.K. Rowling dan Beyonce di atas

4. Sebagai makhluk sosial, kita juga harus berkomunitas atau bersosialisasi dengan banyak orang, dan melakukan suatu hal bersama-sama

5. Sebagai sesama manusia ciptaan tuhan, kita tidak boleh sombong dengan apa yang kita miliki lebih. Hal ini seperti sifat Mark Zuckerberg sebagai manusia terkaya nomor 5 di dunia yang terkenal dengan kesederhanaannya

6. Sebagai manusia, kita juga harus lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan individu. Hal ini sama seperti tujuan utama didirikannya Facebook yang bertujuan untuk menghubungkan semua orang di dunia

7. Seperti Mark Zuckerberg yang memilih untuk Drop Out dari bangku kuliah dan sibuk menekuni proyek Facebooknya, menunjukkan kalau Mark Zuckerberg memilih jalan yang tidak biasa dengan keyakinannya. Ini menunjukkan kalau kita tidak perlu takut, ragu-ragu, dan harus selalu yakin. Dalam pidatonya Mark Zuckerberg juga mengatakan kalau semua yang kita lakukan saat ini, bisa saja menjadi masalah di masa depan

Nah dalam kisah Mark Zuckerberg yang Drop Out dari bangku kuliah ini juga menunjukkan kalau belajar, dan kesuksesan seseorang tidak selalu didapat dari sekolah, kuliah, maupun menjadi lulusan sarjana. Seseorang yang Drop Out dari bangku kuliah pun bisa menjadi orang terkaya nomor 5 di dunia.

Namun saya tidak mengatakan kalau sekolah atau kuliah itu tidak penting, toh saya juga seorang mahasiswa dari salah satu universitas di Indonesia. Hanya saja maksud yang saya katakan adalah jalan untuk menuju roma itu banyak sekali.

Misalnya anda ingin bisa membuat website yang berkualitas dan profesional, anda bisa mengikuti kelas kursus website di DUMET School, dan tidak harus kuliah di jurusan IT.

Misalnya lagi, anda ingin sukses melakukan pemasaran digital dan ingin mengembangkan bisnis atau usaha, anda juga bisa mengikuti kelas kursus digital marketing di DUMET School tanpa harus menjadi lulusan sarjana ekonomi.


Anda ingin jago desain grafis? Anda juga bisa mengikuti kelas kursus desain grafis di DUMET School tanpa harus kuliah di jurusan desain grafis.


Lhah, dari tadi kok DUMET School, DUMET School, dan DUMET School terus sih! Sebenarnya apa sih DUMET School itu?

Nah, maksud saya tak lain di sini juga mengenalkan tentang apa itu DUMET School. DUMET School merupakan tempat kursus website, digital marketing, dan desain grafis. Anda bisa mengunjungi situs web DUMET School di www.dumetschool.com.

Terdapat banyak murid yang sudah kursus di DUMET School dari berbagai kalangan yaitu mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, staff profesional dan pemilik bisnis. Kisaran 3000+ banyaknya murid yang sudah kursus di DUMET School menunjukkan kalau DUMET School merupakan tempat kursus yang profesional dengan pengajar yang sudah berpengalaman.

Dan yang lebih menarik kenapa mereka memilih kursus di DUMET School daripada di tempat kursus lainnya adalah karena metode kursus di DUMET School yang menyediakan jadwal fleksibel, semi private, kursus sampai bisa, dan gratis konsultasi seumur hidup.


VIDEO TESTIMONI SALAH SATU MURI DUMET SCHOOL


Apakah anda tertarik mengikuti kelas kursus di DUMET School?

Silahkan klik tombol-tombol di bawah ini untuk mengetahui info lebih detail terkait dengan DUMET School sesuai program kelas kursus yang anda inginkan. Pada halaman masing-masing kelas kursus tersebut masih ada hal menarik lainnya seperti contoh karya dari murid DUMET School dan testimoni murid-murid setiap kelas kursus yang pastinya membuat anda tambah yakin untuk kursus di DUMET School, serta harga paket dari setiap kelas kursus. Anda juga bisa mendapat kesempatan untuk mencoba kelas gratis dengan mendaftar FREE TRIAL melalui website DUMET School.




MASIH BINGUNG AMBIL PAKET YANG MANA?
SILAHKAN HUBUNGI KONTAK YANG TERTERA DI BAWAH INI, ATAU MENDATANGI LOKASI KANTOR TEMPAT KURSUS UNTUK BERKONSULTASI


SELESAI
SEMOGA BERMANFAAT

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kisah Mark Zuckerberg, Mahasiswa "Drop Out" dari Harvard University"

  1. Pada intinya semua kembali ke masing-masing orang, walaupun kuliah sampe kenegeri jauh juga kalo tidak ada tekad untuk merubah, motivasi untuk sukses itu sama saja bohong. Dan kebanyakan juga ambil kuliah karna gengsi, bukan karna ada keinginan untuk maju, ujung2 nya salah ambil jurusan yang pada akhirnya ilmu dari kuliah tidak terpakai.
    banyak juga yang enggak kuliah namun sukses, tapi kata mas di atas bukan berarti kuliah atau sekolah tidak penting, semua tergantung individu masing-masing.

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar yang bijak! Saya sangat senang bila komentar anda membangun, baik untuk saya sebagai Penulis maupun konten pada blog ini.

- Jangan komentar dengan link url hidup maupun mati
- Jangan SPAM
- Jangan jualan (promo)
- Jangan provokasi
- Sopan berkomentar
- Berkomentarlah menggunakan akun Google Plus

Terimakasih, semoga selalu bahagia dan senantiasa bersyukur

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel