Filosofi Kata "Sampeyan"

filosofi kata sampeyan
Pembuka

"Sampeyan". Orang asli jawa pasti tahu apa itu maksud dari kata "sampeyan". Kalau tak cari-cari di Gugel, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) "Sampeyan" itu sama artinya dengan "Anda", dan penulisannya yang benar pun seharusnya "Sampean".

Nah, kalau untuk kata "Anda", Semua orang Indonesia pasti tau kan maksudnya? Anda merupakan kata ganti buat orang kedua, menurut bapak/ibu Guru Bahasa Indonesia. Sedangkan kalau orang ketiga, kata pak ustad biasanya di maksudkan untuk Saiton.

Next. . . Bukan hanya "Sampeyan" atau "Anda", daripada itu, masih banyak kata yang yang memiliki arti senada daripadanya. Seperti Kamu, Kau, Awakmu, Kowe, Kon, Njenengan, You, Pean, Pyn, Vn, Loe, Lu dan Anjeun dalam bahasa Sundanya.

Tak lepas dari itu, di setiap daerah masing-masing pasti memiliki penyebutan yang berbeda-beda sebagai ciri khasnya. Berhubung diriku ini dari Jawa Timur, keseringan penyebutan yang diriku lontarkan adalah Sampeyan, Awakmu, Kowe dan Njenengan. Dan kesemuanya itu pun memiliki tempat masing-masing untuk di lontarkan.

Ada lagi yang ciri khas dari daerah Surabaya, yaitu "Kon". Kalau daerah Malang "Umak", bahasanya diwalik. Dan itupun tidak ada dalam Pepak Bahasa Jawa.

Filisofi Kata "Sampeyan"

Kata "Sampeyan" itu cocok buat penyebutan kata ganti orang kedua dari orang yang berumur lebih tua, seumuran dan bahkan yang di bawah umur. Nilai kesopanan dari kata "Sampeyan" pun juga pas untuk semua golongan umur. 

Misalnya begini, penyebutan untuk orang yang seumuran atau di bawah umur kita, biasanya orang jawa (terutama orang Nganjuk) menggunakan kata ganti "Awakmu" dan "Kowe". "Awakmu" masih pantes, sedangkan kalau "Kowe" yang keseringan orang Jawa bilang mengartikan maksudnya "Kowe anak'e Ketek".

Selain itu, kata "Awakmu" juga tidak memiliki nilai kesopanan (cuman pantes aja). Nah kalau dibandingkan dengan "Sampeyan", masih memiliki nilai plus ketimbang kata "Awakmu". Meskipun terhadap orang yang lebih muda, kita juga diperuntutkan untuk memberi kesopanan. Jangan karena dirinya lebih muda, kita jadi semena-mena. - Note!

Kemudian untuk umur yang lebih tua, umur lebih tua cenderung ke "Njenengan" atau "Panjenengan", sifatnya lebih menghormati dan patuh. Cocok buat penyebutan kata ganti orang kedua untuk ditujukan kepada orang tua, kakek/nenek, guru dan sebangsanya.

Kalau buat orang yang berumur lebih tua setara kakak, penyebutan "Sampeyan" lebih cocok untuknya. "Sampeyan" ini dalam bahasa jawa, tingkatannya tergolong bahasa ngoko alus & krama lugu. Sedangkan kalau "Njenengan" tergolong krama alus. Sifatnya juga sama, sama-sama memiliki nilai unggah-ungguh untuk orang yang dihormatinya. 

Cuman tak lepas dari itu, penempatannya saja yang membedakan. Seperti misalnya saja penyebutan untuk orang yang lebih muda, orang yang lebih muda sangat tidak cocok mendapat kata ganti orang kedua dengan penyebutan "Njenengan".

Penutup

Nah, itulah Filosofi Kata "Sampeyan". Dalam blog Nanda Hero pun diriku sering membuat penyebutan untuk pembaca (kamu), dengan kata "Sampeyan". Tak ada maksud privasi lain, hanya saja diriku tertarik dan ingin membuat ciri khas dalam blog ini.

Dalam ocehan bentuk kalimat-kalimat akhir, semoga saja postingan ini memberi manfaat dan nilai positif buat sampeyan. Sampa Jumpa!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

5 Responses to "Filosofi Kata "Sampeyan""

Silahkan berkomentar yang bijak! Saya sangat senang bila komentar anda membangun, baik untuk saya sebagai Penulis maupun konten pada blog ini.

- Jangan komentar dengan link url hidup maupun mati
- Jangan SPAM
- Jangan jualan (promo)
- Jangan provokasi
- Sopan berkomentar
- Berkomentarlah menggunakan akun Google Plus

Terimakasih, semoga selalu bahagia dan senantiasa bersyukur

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel